SEMANGAT NASIONALISME DAN SEMANGAT KEBANGSAAN

Dimulai pada tahun

Tahun 1602
Pada tanggal 20 Maret tahun 1602, Belanda mendirikan kongsi dagang bernama VOC (Vereenigde Oost Indische Compagnie), dengan tujuan sebagai berikut. Pertama, menghilangkan persaingan yang merugikan para pedagang Belanda. Kedua, mentukan tenaga untuk menghadapi persaingan dengan bangsa Portugis dan pedagang-pedagang lainnya di Indonesia. Ketiga, mencari keuntungan yang sebesar-besarnya untuk membiayai perang melawan Spanyol.
  Kepemimpinan VOC dipegang oleh dewan beranggotakan 17 orang yang berkedudukan di Amsterdam. Oleh pemerintah Belanda, VOC diberi oktroi (hak-hak istimewa) sebagai berikut. Pertama, dianggap sebagai wakil pemerintah Belanda di Asia. Kedua, monopoli perdagangan. Ketiga, mencetak dan mengedarkan uang sendiri. Keempat, mengadakan perjanjian dan melakukan perang dengan negara lain. Kelima, menjalankan kekuasaan kehakiman dan melakukan pemungutan pajak. Keenam, memiliki angkatan perang sendiri. Ketujuh, mengadakan pemerintahan sendiri. 

Sumber:https://bataviadigital.perpusnas.go.id/tentang/

Tahun 1808
Kerja paksa atau kerja rodi adalah satu bentuk eksploitasi Belanda terhadap Indonesia. Kebijakan ini diterapkan selama tiga tahun, sejak 1808 hingga 1811 ketika Gubernur Hindia Belanda Herman Willem Daendels memimpin.

Daendels datang ke Indonesia pada 1808 usai diberi perintah oleh Raja Prancis, Louis Napoleon. Saat itu Belanda berada di bawah kekuasaan Prancis. Di Indonesia, Daendels diberi tugas untuk mempertahankan Pulau Jawa dari serangan Inggris.

Kebijakan yang dilakukan oleh Daendaels ini dilaksanakan dengan kerja paksa atau kerja rodi.

Dampak dari kerja rodi yang diterapkan oleh Daendels ini membuat rakyat Indonesia sengsara. Hal ini bisa terlihat ketika pembangunan jalan raya Anyer-Panarukan.

Sumber:https://nasional.okezone.com/read/2022/05/27/337/2601413/sejarah-kerja-rodi-di-indonesia

Tahun 1828
 pemerintah Belanda menerapkan sistem tanam paksa yang mewajibkan penduduk pribumi menanami sebagian dari tanahnya dengan tanaman yang sudah ditentukan oleh pemerintah dan hasilnya diserahkan kepada pemerintah Belanda. Hal tersebut menimbulkan penindasan bagi penduduk pribumi karena tidak memperhatikan nilai.

Sumber:https://roboguru.ruangguru.com/question/pada-tahun-1828-pemerintah-belanda-menerapkan-sistem-tanam-paksa-yang-mewajibkan-penduduk_QU-2SBPCYWF

Tahun 1860
Sistem Tanam Paksa dihapus secara bertahap dengan menghentikan penanaman terhadap jenis-jenis tanaman tertentu, sebagai berikut.

Tanaman lada dihapus pada 1862
Tanaman teh dihapus pada 1865
Tanaman tembakau dihapus pada 1866
Tanaman tebu dihapus pada 1870
Tanaman kopi di Priangan dihapus pada 1917
Secara resmi Sistem Tanam Paksa dihapus pada tahun 1870 dan diganti dengan Sistem Ekonomi Liberal.

Akan tetapi, sisa-sisa penanaman paksa masih berlaku untuk tanaman kopi hingga 1917, menyebabkan pemerintah kolonial masih memperoleh saldo untung yang sangat tinggi.

Sumber:https://www.kompas.com/stori/read/2021/09/10/130000779/penghapusan-sistem-tanam-paksa

Tahun 1908
Kebangkitan Nasional adalah Masa di mana Bangkitnya Rasa dan Semangat Persatuan, Kesatuan, dan Nasionalisme serta kesadaran untuk memperjuangkan kemerdekaan Republik Indonesia, yang sebelumnya tidak pernah muncul selama penjajahan Belanda dan Jepang. Masa ini ditandai dengan dua peristiwa penting yaitu berdirinya Boedi Oetomo (20 Mei 1908) dan ikrar Sumpah Pemuda (28 Oktober 1928 ). Masa ini merupakan salah satu dampak politik etis yang mulai diperjuangkan sejak masa Multatuli.
sumber
://www.sumbarprov.go.id/home/news/7692-kebangkitan-nasional-indonesia-20-mei-1908


Tahun1928
28 Oktober tahun 1928 lahir sebuah konsensus bersama diantara para pemuda yang dikenal sebagai “Ikrar Pemuda” atau pada era kini disebut sebagai “Sumpah Pemuda”. Secara historis, sumpah pemuda adalah peleburan ego primordialisme pemuda pada masa penjajahan untuk bersatu dalam melawan imperealis. Bangsa Indonesia yang begitu kaya akan keberagaman suku, ras, budaya, bahasa dan agama tidak dapat sepenuhnya kuat jika masih terkotak-kotak dengan perbedaan-perbedaan tersebut. 

Sumber:http://bemu.umm.ac.id/

Tahun 1945
Sejak memproklamasikan kemerdekaan pada 17 Agustus 1945, Indonesia menganut asas demokrasi. 

Namun wujud demokrasi di awal kemerdekaan berbeda dengan bentuk demokrasi yang kita lihat hari ini.

Di awal kemerdekaan, Indonesia menghadapi banyak rintangan mulai dari upaya Belanda yang ingin menguasai Indonesia, perekonomian yang terseok-seok, perbedaan ideologi yang menyebabkan pemberontakan, dan banyak hal lainnya.

Sumber:https://amp.kompas.com/skola/read/2020/02/12/163000669/demokrasi-indonesia-masa-revolusi-kemerdekaan-1945-1949

Tahun 2022

Sebagai masyarakat Indonesia dan sebagai penerus bangsa Indonesia kita harus menjaga da mempertahankan kemerdekaan Indonesia dengan belajar sunguh-sungguh, menatuhi tata tertib yang berlaku di Indonesia.
Dan selalu mendukung produk lokal
menggunakan internet dan media sosial dengan baik.


Komentar